Peta konsep patogenesis dan patofisiologi obesitas

Lemak berlebih menyebabkan resistensi insulin, dan hiperglikemia berpengaruh negatif terhadap peta konsep patogenesis dan patofisiologi obesitas. Selanjutnya angiotensin II merangsang korteks adrenal untuk mengeluarkan aldosteron.

Patogenesis penyakit menyatakan perkembangan atau evolusi penyakit. Nikotin juga merangsang pelepasan adrenalin sehingga meningkatkan tekanan darah, denyut nadi, dan tekanan kontraksi otot jantung.

Tanda dan Gejala Anak terlihat sangat gemuk dan umunya lebih tinggi daripada anak normal seumur. Penimbunan lemak yang berlebihan dibawah diafragma dan di dalam dinding dada bisa menekan paru-paru, sehingga timbul gangguan pernafasan dan sesak nafas, meskipun penderita hanya melakukan aktivitas yang ringan.

Sejumlah informasi telah tersedia tentang gen, peptida, neurotransmiter dan reseptor di hipothalamus serta area disekitarnya yang mengatur nafsu makan dan berat badan. Penghancuran organel 7.

Meskipun data tersebut menjelaskan potensi hipertensi pada anak obes, tapi mekanisme terjadinya hipertensi pada anak obes masih belum jelas diketahui. Lebih lanjut, kembar identik biasanya mampu mempertahankan selisih berat badan sekitar 2 pon antara keduanya sepanjang hidup mereka. Peningkatan tekanan darah tersebut berhubungan erat dengan tekanan darah pada usia anak, body mass index pada usia anak sampai mencapai usia dewasa, juga dipengaruhi ras dan jenis kelamin.

Patofisiologi hipertensi Mekanisme yang mengontrol konstriksi dan relaksasi pembuluh darah terletak di pusat vasomotor, pada medula di otak. Obesitas menyebabkan saluran napas yang menyempit yang selanjutnya menyebabkan henti napas sesaat sewaktu tidur dan mendengkur berat.

Penyakit Tromboemboli dan Serebrovaskular Risiko terjadinya stroke iskemik fatal dan non fatal 2 kali lebih tinggi pada individu obes dibandingkan individu kurus dan akan meningkat secara progresif dengan pertambahan IMT.

Hipotesis glukostatik Hipotesis ini menyatakan bahwa penurunan kadar glukosa darah akan meningkatkan nafsu makan.

Hormon yang merangsang nafsu makan dikenal dengan nama ghrelin, yang merupakan suatu ligand bagi reseptor GH secretagogue dan disintesis didalam gaster. Patofisiologi obesitas Pengaturan jumlah energi yang kita ambil dari makanan melibatkan beberapa jaringan dan mekanisme yang menghubungkan otak dengan usus.

Masalah gizi karena kelebihan kalori biasanya disertai kelebihan lemak dan protein hewani, kelebihan serat dan mikro nutrien. Hipertensi stadium 1 adalah nilai tekanan darah sistolik dan diastolik berada di antara persentil ke dan 99 ditambah dengan 5 mmHg.

Glukagon dan somatostatin dari pankreas menyebabkan penurunan nafsu makan dan berperan dalam mengendalikan berat badan. Abnormalitas lipid ini terutama jelas terlihat pada individu dengan obesitas abdominal. Pada anak usia pra remaja, hipertensi sekunder lebih sering terjadi, hal ini dikarenakan adanya penyakit dasar yang menyebabkan terjadinya hipertensi yaitu kelainan parenkim ginjal merupakan penyebab tersering.

Patofisiologi Penyakit

Neuropeptida utama yang meningkatkan nafsu makan adalah neuropeptida Y. Am J Hypertens. Dispilidemia berisiko terbentunya aterosklerosis. Penyakit jantung koroner dan Stroke Penyakit-penyakit ini merupakan penyakit kardiovaskular akibat aterosklerosis.

Hormon2 yang sangat penting berhubungan dengan obesitas adalah insulin dan cholecystokinin. Proses ini belum diketahui jelas, namun diduga karena produksi mineralocorticoid-releasing factor oleh jaringan adiposit atau derivat oksidatif asam linoleat yang menginduksi sintesis aldosteron.

Walaupun demikian, mungkin bahwa pengaturan fungsional hipotalamus atau pusat makan neurogenik lain berbeda dengan orang gemuk, dibandingkan dengan orang yang tidak gemuk.

Dislipidemi Obesitas disertai dengan abnormalitas lipid didalam serum, berupa hipertrigliseridemi, kadar HDL yang menurun dan peningkatan fraksi small dense LDL. Namun pada orang gemuk normal, hampir tidak ditemukan adanya kerusakan hipotalamus.

Cholecystokinin didalam sirkulasi tidak dapat menembus sawar otak, namun peptida yang sama disintesis didalam otak, bekerja pada reseptor CCK-B dan berfungsi sebagai faktor rasa kenyang satiety factor. Penyakit-penyakit yang menyertai obesitas pada orang dewasa seperti DM tipe 2, hipertensi, hiperlipidemi, penyakit kantong empedu, Non Alcoholic Steatohepatitis, sleep apnea dan komplikasi-komplikasi ortopedik juga mulai meningkat prevalensinya pada anak-anak dan remaja.

Tahap integrasi atau pengaturan transduksi signal, induksi gen apoptosis yang berhubungan, dll 3.

Konsep Dasar Patofisiologi

Adanya resistensi terhadap leptin dapat menjelaskan mekanisme aktivitas berlebih saraf simpatis pada obesitas. Laju jantung meningkat dan kapasitas pembuluh darah mengangkut darah berkurang. Manifestasi penyakit pada penderita tertentu dapat berubah setiap saat bila keseimbangan bioligis bergeser dan bila mekanisme kompensasi berkerja.

Disamping itu telah pula ditemukan peptida lain yang bekerja berlawanan dengan ghrelin yang disebut obestatin. Leptin juga bekerja pada target penting lainnya yaitu meningkatkan ekspresi gen corticotropin-releasing factor CRF didalam hipothalamus sehingga mengurangi asupan makan.

Pathophysiology and Clinical Management.Patofisiologi merupakan integratif ilmu: anatomi, fisiologi, biologi sel dan molekuler, genetika, farmakologi dan patologi Patofisiologi fokus pada mekanisme penyakit, atau proses dinamik yang menampakan tanda (sign) dan gejala (symptom)Author: Dr.

Suparyanto, eaterypulsetv.com Patofisiologi adalah ilmu yang mempelajari perubahan fisiologis yang diakibatkan oleh proses patologis. Dimana definisi patologis menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah segala sesuatu yang berkenaan dengan ilmu tentang penyakit atau dalam keadaan sakit/abnormal.

Patofisiologi dan Diagnosis Obesitas Alwi Shahab Bagian Penyakit Dalam FK Unsri/RSMH Palembang I. Pendahuluan Obesitas didefinisikan sebagai suatu keadaan ketidakseimbangan antara asupan dan pengeluaran kalori sehingga menyebabkan kelebihan akumulasi lemak didalam tubuh.

PATOFISIOLOGI Ilmu yang mempelajari gangguan fungsi pada organisme yang sakit meliputi asal penyakit, permulaan perjalanan dan akibat Merupakan ilmu yang bersifat integratif yang menggambarkan konsep-konsep dari banyak ilmu dasar dan klinis, termasuk anatomi, fisiologi, biokimia, biologi sel dan molekuler, genetika, farmakologi dan patologi.

Patogenesis dan Patofisiologi Patogenesis dan Patofisiologi. Kelainan Struktur dan Fungsi Tubuh A. KONSEP KEADAAN NORMAL. Sebagian besar orang mempunyai pendapat apakah normal itu, dan akan mendefinisikan penyakit atu keadaan sakit sebagai satu penyimpangan dari keadaan normal atau tidak adanya keadaan normal itu.

Normal adalah menurut aturan atau menurut pola yang umum atau. konsep dasar patofisiologi keperawatan by ingritfury in Types > School Work and konsep dasar patofisiologi keperawatan.

Peta konsep patogenesis dan patofisiologi obesitas
Rated 5/5 based on 85 review